Langsung ke konten utama

KALAH TELAK, BEGINI LIMA KELEBIHAN PINANG DIBANDING KELAPA

Baru-baru ini pinang menjadi salah satu produk unggulan. Pinang dirasa lebih mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani. Banyaknya kelebihan budidaya tanaman pinang daripada tanaman yang lain, membuat beberapa petani mulai merambah komoditas tersebut. Tak terkecuali petani kelapa yang mulai berpindah haluan. Berikut merupakan informasi lengkap pinang vs kelapa yang perlu Anda ketahui.

http://www.bibitpinangunggul.com


5 Informasi Lengkap Pinang vs Kelapa
1. Harga Pinang Terbilang Lebih Stabil Dibanding Kelapa
Tanaman pinang akhir-akhir ini memiliki harga yang relatif mahal, sehingga beberapa petani mulai berpindah haluan untuk budidaya pinang. Harga kelapa di pasaran saat ini sudah ambruk, dilain sisi harga tanaman pinang masih dalam taraf yang lebih tenang dan stabil bahkan beranjak naik sedikit demi sedikit. Saat ini harga pinang berada di kisaran Rp 13.000,-.

Banyak petani yang akhirnya mengeluh terhadap turunnya harga kelapa yang sangat drastis. Ada beberapa waktu dimana harga kelapa berkisar di Rp 3.600 per butirnya dan mengalami penurunan harga sebesar Rp 1.600 per butir, sehingga harganya menjadi Rp 2.500 saja per butir. Banyak juga petani kelapa yang akhirnya merasakan kerugian hebat dan mau tidak mau harus menjualnya dengan harga yang murah.


2. Dibandingkan Kelapa, Tanaman Pinang Tidak Banyak Menghabiskan Persediaan Air Tanah
Kelebihan pinang vs kelapa yang selanjutnya ialah persoalan persediaan air tanah. Menanam kelapa selama 1 periode atau 30 tahun dapat membuat perubahan yang cukup drastis pada lahan yang ditanami. Lahan yang sebelumnya sering banjir atau terendam air, bahkan bisa berubah menjadi lahan kering yang tidak punya sediaan air.

Hal ini karena dalam satu hektare lahan yang ditanami hingga 138 batang tanaman kelapa akan membutuhkan lebih dari 3800 liter air hanya dalam satu hari saja. Apabila dihitung dalam jumlah waktu yang lama, maka angka sediaan airnya akan sangat banyak. Sedangkan tanaman pinang tidak begitu banyak menghabiskan persediaan air tanah pada lahan yang ditanami.


3. Tanaman Kelapa Membutuhkan Lahan yang Cukup Besar Dibanding Pinang
Untuk sebatang tanaman kelapa membutuhkan lahan sebesar 72 m2. Padahal jika menanam pinang, petani hanya membutuhkan lahan seluas 9 m2. Jika dilihat dalam lahan seluas satu hektare, maka petani bisa menanam pinang sebanyak 1.111 batang. Jarak tanam pada tanaman pinang pun terlihat lebih sedikit, yaitu 2,7 x 2,7 meter. Dalam jarak tanam tersebut dapat  menghasilkan 1300 tanaman pinang. Untuk luas tanah yang sama, jika petani memutuskan memilih tanaman kelapa, maka hanya dapat menanam kelapa sebanyak 138 batang.


Baca Juga :
Membandingkan Cara Budidaya Pinang dan Karet
Pinang dan Sawit, Mana yang Lebih Menguntungkan


4. Kelapa Memiliki Banyak Hama dan Penyakit, Sedangkan Pinang Tidak
Pinang vs kelapa yang lain ialah tanaman pinang dikenal dengan tanaman yang anti dengan hewan perusak seperti monyet, babi, landak, tupai, hingga tikus. Bahkan hama besar tidak mau memakan tanaman ini. Hal tersebut karena seluruh tubuh tanaman pinang, baik daun maupun batangnya memiliki senyawa beracun seperti alkaloida, tanin, dan arekaina.

Senyawa tersebut jika dikonsumsi secara besar akan membuat hama tersebut pusing, mabuk, hingga pening. Menariknya, akar pada pinang hitam justru sangat membantu petani karena dinilai beracun. Hal tersebut dapat digunakan petani sebagai  umpan racun untuk babi hutan. Sedangkan hama pada tanaman kelapa terbilang banyak, seperti tikus kelapa, bajing kelapa, tungau kelapa, hingga larva kelapa.

5. Tanaman Pinang Punya Kelebihan Lain, Sedangkan Kelapa Tidak
Pinang vs kelapa yang terakhir adalah buah pinang bisa diolah dengan cara dikeringkan atau dijemur dan dikupas dengan mesin kemudian disimpan di waktu yang lama. Hal tersebut biasanya dilakukan petani pinang pada saat harga pinang sedikit turun. Ketika harganya kembali naik, maka petani kembali menjual stok yang ada. Di sisi lain, petani kelapa tidak dapat melakukan hal tersebut sebab buah segar kelapa harus tetap dijual saat sudah dipanen meski pada harga yang sedang anjlok.


Itulah beberapa kelebihan tanaman pinang vs kelapa yang wajib Anda ketahui. Dapat dilihat bahwa budidaya pinang jauh lebih menguntungkan dibanding kelapa. Jika Anda tertarik budidaya tanaman pinang, maka pilihlah bibit yang unggul. Untuk pemilihan dan penyediaan bibit unggul pinang bisa melalui “Lentera Mantang – Bibit Pinang Unggul”.

DAPATKAN BIBIT PINANG UNGGUL TERPERCAYA !!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila