Langsung ke konten utama

BUDIDAYA PINANG DI LAHAN GAMBUT UNTUK PETANI PEMULA

Pinang merupakan tanaman lokal yang sering ditemui di wilayah Indonesia dengan harga yang cukup tinggi. Dengan banyaknya petani pinang sekarang, terutama di wilayah Sumatera, lahan penanam pinang kian terbatas. Solusinya adalah melakukan budidaya pinang di lahan gambut untuk Anda yang tinggal di wilayah dengan tanah berunsur hara minim. 

http://www.bibitpinangunggul.com/
Lahan Gambut untuk budidaya pinang di Kec. Pengabuan, Tanjab Barat Jambi


Langkah Mudah dan Tips Budidaya Pinang di Lahan Gambut


Bagaimana melakukan budidaya tanaman pinang di lahan yang hanya memiliki sedikit kompos dan unsur hara? Sebenarnya menanam pinang di lahan dengan tanah bergambut tetap memungkinkan untuk dilakukan, namun Anda harus merawatnya secara intensif agar pinang tetap tumbuh dengan subur. Berikut merupakan tips yang bisa Anda aplikasikan selama menanam gambut.



1. Persiapkan Lahan Tanaman


Hal pertama yang harus Anda persiapkan sebelum menanam pinang adalah memilih lokasi tanah gambut yang sekiranya ideal untuk ditanami. Berikut merupakan cara memilih lahan di tanah gambut untuk ditanami pinang:


  • Pilih lahan yang aman dari binatang buas atau pengganggu, sebab budidaya pinang di lahan gambut memerlukan waktu yang tidak sedikit. Dengan meminimalisir gangguan hewan, Anda bisa fokus untuk bertani dan merawat pinang.
  • Bersihkan lahan gambut dari gulma dan rumput, sebab akan mengganggu pinang selama proses pertumbuhannya. Selain itu, gulma dan rumput bisa menjadi media penyebaran penyakit. 
  • Buat bedengan agar tumbuh dengan maksimal, lengkapi pula dengan drainase agar irigasi air berjalan dengan lancar. Pinang tidak membutuhkan banyak air untuk proses tumbuh kembangnya. 



2. Penanaman Pinang


Langkah berikutnya merupakan teknik penanaman pinang, Anda bisa menanam pinang dengan jarak antara satu sama lain sekitar 2,5 sampai 3 meter. Ini sebagai cara agar pinang tidak berebut sumber makanan di dalam tanah. Tambahkan tanaman palawija di sekelilingnya agar jarak tersebut tidak membuat lahan kosong. Berikut merupakan cara budidaya pinang di lahan gambut:

  • Menggunakan cara monokultur, dimana Anda hanya menanam satu jenis tanaman dalam satu wilayah, di satu waktu. ini akan membuat Anda fokus merawat satu jenis tanaman, tanpa harus memikirkan bagaimana merawat tanaman lain. Ketika Anda menggunakan teknik ini untuk menanam pinang, berarti hanya di wilayah tersebut hanya ada pinang sebagai tanaman.  Cara ini banyak di pilih petani yang tidak mau repot mengurusi varietas tanaman lain. Keuntungan menggunakan teknik penanaman ini adalah pinang bisa tumbuh secara bersamaan dan merata. Pinang juga tidak berebut sari makanan di dalam tanah, sehingga tumbuh kembangnya lebih optimal. 
  • Menggunakan sistem tumpang sari sebagai budidaya pinang di lahan gambut. Ini merupakan alternatif lain untuk menanam pinang di lahan gambut. Anda bisa memberikan tanaman lain di sela-sela jarak antar pinang untuk memanfaatkan lahan secara maksimal. Biasanya jenis tumbuhan yang sering ditanam adalah sayuran dan tanaman palawija.   Ketika Anda menambahkan tanaman tumpang sari sebagai tanaman sampingan, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat, diantaranya kebutuhan konsumsi yang lebih terpenuhi dengan adanya sayuran tersebut. Selain mengkonsumsinya sendiri, Anda juga bisa menjualnya sebagi peluang usaha sampingan. 

Baca Juga
Peluang Usaha Menanam Pinang di Indonesia
Bisakah Menanam Pinang di Lahan Gambut?


3. Tips Menanam Pinang di Lahan Gambut


Terakhir merupakan tips budidaya pinang di lahan gambut yang bisa Anda coba. Dengan begitu, walaupun menggunakan lahan gambut, Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari proses penanam pinang yang telah Anda lakukan. Berikut merupakan diantaranya:


  • Lakukan penanaman di wilayah dengan ketinggian 1 sampai 600 meter diatas permukaan laut. Sehingga pinang bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta mendapatkan unsur hara yang dibutuhkannya. 
  • Usahakan pH tanah gambut tidak berada di bawah angka 4, dan tidak lebih tinggi dari angka delapan. Pinang cocok ditanam di lahan dengan pH dan keasaman tanah yang netral. Anda bisa menambahkan basa jika tanah terlalu asam, begitupun sebaliknya. 
  • Pilih area dengan curah hujan yang sedang, ini akan membantu pinang tumbuh dengan subur. Rata-rata intensitas hujan yang disarankan adalah 750 sampai 4500 milimeter tiap tahunnya. Sumatera merupakan wilayah yang paling direkomendasikan. Sebab curah hujannya tidak terlalu tinggi, namun juga tidak terlalu rendah. 
  • Tanam di wilayah dengan iklim tropis sedang, akan lebih baik jika agak basah. Sebab bisa membuat pinang tumbuh dengan lebih subur. Untuk penanamanya, pinang biasanya memerlukan waktu setengah tahun sampai delapan bulan. Akan berbeda tergantung dengan wilayah penanaman. 
  • Pilih lahan gambut yang rata, dengan sollum tanah yang tidak terlalu beragam. Usahakan tidak menggunakan tanah cadas, memiliki lempung di dalamnya, terutama lempung merah. Anda juga harus menghindari penggunaan lahan laterik, serta tanah berjenis alluvial. 


Itulah tips mudah untuk melakukan budidaya pinang di lahan gambut di wilayah Anda. Dapatkan bibit pinang yang unggul dengan menggunakan Lentera Mantang – Bibit pinang unggul, agar hasil panen Anda banyak dan berkualitas. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila