DIEKSPOR, PETANI BERALIH BERKEBUN PINANG

Berkebun Pinang – Akhir akhir ini harga komoditi sawit dan karet di beberapa provinsi di Indonesia belum menunjukkan peningkatan secara signifikan. Terutama komoditas kelapa sawit yang tengah diterpa isu boikot produk turunan dari kelapa sawit di negara negara Uni Eropa. Hal ini membuat petani mulai melirik tanaman lain sebagai alternatif untuk kebunnya, salah satunya pinang.

Budidaya pinang memang belum booming seperti kelapa sawit dan karet, hanya beberapa daerah aja di Indonesia yang menjadikan pinang sebagai andalan pendapatan bagi masyarakatnya, seperti di Jambi. Untuk di Jambi pun hanya 2 kabupaten saja yang mata pencaharian penduduknya dari berkebun pinang, yaitu Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Proses mencungkil pinang

Faktanya, berkebun tanaman pinang ini memiliki prospek penjualan yang boleh dikatakan mewah saat ini. Dengan harga yang terus meningkat, gairah para petani untuk berkebun pinang kian meningkat juga. Hal ini bisa dilihat dari data pada tahun 2015, ada 9.882 hektar kebun pinang di Tanjab Barat ditahun berikutnya, tepatnya 2016 kebun pinang di daerah Tanjab Barat meningkat jadi 10.524 hektar atau penambahan sekitar 642 hektar dalam 1 tahun.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Tanjab Barat, ada 13 kecamatan penghasil pinang di kabupaten Tanjab Barat, paling produksi tebesarnya ada di kecamatan Pengabuan. Sementara, jumlah petani pinang di Tanjab Barat pada tahun 2015 sebanyak 7485 KK dan ditahun 2016 menjadi 7853 KK. “Berkebun pinang dianggap petani lebih menjanjikan sehingga banyak yang mengalihkan tanamannya untuk berkebun pinang” pungkasnya.

Pemasaran pinang sampai saat ini tidak mengalami masalah, dengan jalur perdagangan muali dari petani ke pengepul, pengepul ke agen, dan dari agen langsung diekspor. Dengan jalur perdagangan yang lumayan singkat ini menyebabkan harga beli pinang ditingkat petani lumayan tinggi.

Baca Juga :
Analisa Panen Pinang dalam Satu Hektar
Potensi Budidaya Pinang, dari Buah sampai Limbahnya

Ke mana produksi pinang dari petani dibawa?  Selama ini produksi pinang di Tanjab Barat dibawa ke luar negeri dengan tujuan negara India. Biji pinang yang diperdagangkan terutama adalah yang telah dikeringkan, dalam keadaan utuh atau dibelah. Di negara-negara importir, seperti India, Singapura, dan negara lainnya, biji pinang diolah menjadi semacam permen sebagai makanan kecil. Berita baiknya, saat ini perdagangan ekspor pinang sudah mencapai Eropa dan Amerika.

Gudang ekspor pinang di Jambi

Untuk masa tanam, pinang sudah menghasilkan diusia 4 tahun keatas. Untuk sekali panen, 1 hektar bisa sampai 1 ton pinang kering. Dengan pengolahan biji pinang belah kering, harga pinang bisa mencapai 15 ribu per kilogram. Artinya sebulan bisa sampai 15 juta per hektar untuk hasil dari berkebun pinang. Dan juga, berkebun pinang sangatlah mudah dan murah dari segi biaya perawatannya. Hal inilah yang membuat banyak petani mulai melirik potensi dari berkebun pinang. Banyak petani mengatakan berkebun pinang itu ibarat menabung emas.

Jadi, apakah Anda berminat untuk menabung emas dengan cara berkebun pinang juga? Untuk Anda yang masih bingung dengan cara penanaman pinang bisa klik link ini!  Atau bagi Anda yang membutuhkan info terkait bibit pinang unggul, bisa langsung menghubungi 0852 8967 4014 (WA/SMS/Telepon).

Sekian dan terima kasih, salam sukses petani Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
Hallo Boss...
Mau pesan bibit pinang unggul berkualitas?