Langsung ke konten utama

JENIS POHON PINANG UNGGUL YANG HARUS KITA KETAHUI

Pinang adalah salah satu tanaman yang kaya akan beragam manfaat. Buah, akar, dan upih Pinang semuanya bisa dijadikan obat atau perkakas yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Pinang bisa ditanam didataran rendah atau pun tinggi. Pohon ini dapat bereproduksi secara baik di ketinggian 0 – 1.000 mdpl.

Budidaya Pinang pun menjadi pilihan beberapa petani untuk mendapatkan keuntungan lebih. Ada beberapa jenis pohon Pinang yang bisa dibudidayakan. Bahkan, dibeberapa Negara penghasil pinang selain indonesia memiliki jenis pohon Pinang unggulnya sendiri-sendiri. Contohnya saja india yang memiliki beberapa jenis pohon pinang unggul seperti, Pinang Mangala, Srimangala, Samruthi, dan banyak lagi. Indonesia juga memiliki jenis pohon Pinang unggul yakni Pinang Betara.

Pinang Betara Baru di Panen

Pinang Betara adalah pinang unggul pertama di Indonesia yang berasal dari Jambi. Tepatnya di kecamatan Betara, kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Buah Pinang Betara ini lebih besar dan produktivitasnyapun lebih tinggi dibandingkan dengan Pinang biasa.

Memilih Pinang Betara untuk budidaya bisa meningkatkan pendapatan pertahun yang lebih besar dibandingkan Pinang biasa. Umumnya, kebutuhan akan buah ini semakin tinggi, karena memang komoditi yang satu ini merupakan komoditi ekspor yang prospeknya diyakini akan terus meningkat.
Dengan adanya Pinang unggul, tentu dapat menambah pendapatan para pengusaha perkebunan pohon Pinang. Buah muda pohon Pinang jenis Betara ini berwarna hijau tua dan akan menjadi oranye ketika matang.

Memiliki bentuk buah yang oval, seperti telur dan sabut berwarna putih agak kecoklatan pada bagian dalamnya. Biji Pinang Betara agak kecoklatan. Tanaman ini bisa berkembang biak di areal lahan yang gambut atau lembab.

Keunggulan Pinang Betara

  1. Memiliki masa produktif yang lebih cepat, di umur 4 – 5 tahun pohon jenis ini sudah mulai berbuah dan memasuki masa produktif pada usia 6 – 7 tahun.
  2. Produksi buah mencapai 131 butir/tandan
  3. Buah memiliki berat utuh 47 gram, dengan berat biji kering 8,68 gram
  4. Memiliki kadar tanin sebesar 9,79%
  5. Produksi kernel/kering/pohon/tahun yakni 5,70 kg
  6. Memiliki potensi hasil kernel/ha 7,81 ton
  7. Tinggi batang 10,28 m
  8. Usia tanaman hingga 25 tahun

Jenis Pohon Pinang Lainnya di Indonesia

1. Pinang Bulawan

Pinang Bulawan juga merupakan varietas unggul yang berasal dari kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Pinang ini memiliki ukuran buah yang besar dengan kadar tanin yang tinggi dan berpotensi dapat berproduksi tinggi.

2. Pinang Merah / Pinang Raja

Pinang ini diguga berasal dari semenanjung Malaka, Pulau Sumatera, Dan Kalimantan. Pinang jenis ini memiliki Batang yang langsing, dengan daun majemuk menyirip berwarna hijau, dan pelepah yang berwarna kemerahan. Buah Pinang ini berukuran kecil, dan berbentuk bulat telur, dengan ukuran 1 cm dan diameter 6 mm. Batang pohon Pinang Merah yang sudah tua biasa dijadikan sebagai santan.

Baca Juga :
Analisa Usaha Budidaya Pinang
Pengolahan Pinang Yang Banyak Manfaatnya di Banyak Negara

3. Pinang Hutan

Pinang satu ini tumbuh subur di daratan pulau Jawa dan pulau Sumatera. Pinang ini tumbuh secara merumpun, dengan bentuk batang ramping dan berbuku-buku. Pinang hutan bisa tumbuh hingga mencapai 2 – 6 m, dengan diameter 2 – 5 cm. tanaman ini bisa tumbuh dengan baik jika berada di areal tanah dengan ketinggian 10 – 1.600 mdpl.

4. Pinang Kelapa

Pinang Kelapa juga biasa disebut oleh orang suku jawa dengan sebutan Jawar, sedangkan oleh suku sunda biasa disebut dengan Jambe Sinagar. Istilah Kelapa di didasarkan pada pertumbuhan pohon Pinang yang bisa lebih tinggi dan lebih besar dari jenis-jenis Pinang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana