Langsung ke konten utama

HAL HAL PENTING TENTANG CARA MENANAM BIBIT PINANG


Geliat Budidaya Pinang Betara di Desa Senyerang, Tanjab Barat, Jambi

Pohon Pinang adalah jenis tanaman kelapa yang berasal dari Tiongkok, India, Asia Tenggara, serta daerah tropis Afrika. Di Indonesia sendiri pohon Pinang umumnya tumbuh dipekarangan atau kebun. Tidak hanya buah, akar hingga upih Pinang semuanya bisa digunakan dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sayangnya, masih belum banyak petani yang serius dalam membudidayakan pohon Pinang ini. Padahal jika anda serius dalam membudidayakan pohon ini, ada banyak keuntungan yang akan anda dapatkan loh. Bagi anda yang ingin mencoba, berikut ini akan dijelaskan cara menanam bibit Pinang yang baik.

Cara menanam bibit pinang

1. Persiapkan Benih 

Siapkan Benih yang dibutuhkan oleh areal tanah yang sudah ditentukan. Karena merupakan tanaman tropis anda bisa membudidayakannya di daerah dataran rendah dengan pH 4 - 8.
Tambah jumlah benih 25% dari yang dibutuhkan untuk mengantisipasi bibit yang gagal. Benih yang akan dipakai harus sesuai dengan kriteria berikut,
- Buah memiliki berat 60 buah/kg atau 35 g/butir
- Ambil buah dari pohon yang sudah berumur lebih dari 10 tahun dan sudah berproduksi secara stabil selama 25 tahun
- Buah harus matang, (berwarna oranye)
- Buah dari pohon yang sehat, tanpa hama.

2. Persiapkan Lahan

Sebelum mengecambahi biji Pinang, lakukan persemaian terlebih dahulu. Tempat persemaian harus subur dan jauh dari gangguan berbagai hal. Lahan wajib bersih dari rumput dan gembur, buat bedengan memanjang pada lahan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan yang dipilih.

3. Perkecambahan 

Susun buah Pinang pada bedengan dengan porsi horizontal, susun dengan rapat supaya bedengan bisa lebih maksimal. Kemudian, tutup buah tadi dengan tanah berpasir dan beri naungan pada bedengan supaya tanah tetap gembur. Usahakan proses perkecambahan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Proses ini akan memakan waktu 1.5 – 3 bulan.

4. Pembibitan

Berikutnya, buah bisa dipindahkan ke polybag dengan 2 proses yakni,

  • Gunakan polybag dengan ukuran 25cm x 25cm dan lubangi bagian bawahnya, isi ¾ dengan tanah dan padatkan, tanam biji dengan kedalaman 4cm, beri bedengan dengan tinggi 2,5m. Kurangi naungan setelah 2 – 5 bulan, dan rawat dengan teratur. 
  • Pindahkan bibit pada polybag ukuran 40cm x 50cm, dan beri jarak 30cm x 30cm dari polybag lain. Isi polybag dengan komponen 50% kompos plus dan 50% tanah biasa dengan banyak 2/3. Tanam dan pastikan pangkal batang bibit tepat di permukaan polybag. 

Lakukan pemupukan dengan pupuk NPK dengan dosis 20g/polybag, usahakan budidaya dekat dengan sumber air. Tahap ini memakan waktu hingga 12 bulan, untuk berikutnya bisa melakukan penyeleksian dipindahkan ke tanah lapang.

Baca Juga :
Tips Memilih Bibit Pinang Yang Tepat
Pinang Betara, Vaietas Pinang Unggulan dari Jambi

5. Persiapkan Lahan Penanaman 

Proses ini dimulai dari pembukaan lahan yang jika tanah berupa hutan semak. Lalu, penentuan jarak tanam minimal kira-kira  2,7m x 2,7m. Berikutnya, buat lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50cm x 50cm (pembuatan lubang ini harus dilakukan 1 bulan sebelum penanaman supaya sudah terkena sinar matahari langsung).

6. Sistem Penanaman 

Ada dua sistem penanaman yang bisa dilakukan yakni,

  • Penanaman dengan sistem Monokultur (hanya satu tanaman yang akan menghasilkan yakni pohon Pinang) 
  • Penanaman dengan sistem Tumpang Sari (petani bisa menanam tanaman lain sebagai pendamping pohon Pinang seperti Jagung dan Kacang-kacangan). 

7. Pemeliharaan 

Dan tahap terakhir adalah, dengan memperhatikan pemeliharaan tanaman berupa penyulaman pada tanaman yang mati atau rusak, pemupukan yang wajib dilakukan 2 kali selama 1 tahun secara teratur, penyiangan gulma, dan pengairan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila