Langsung ke konten utama

MEMBANDINGKAN CARA BUDIDAYA PINANG DAN KARET

Petani merupakan pekerjaan yang sebagian besar ada di wilayah Indonesia. Hal itu wajar adanya mengingat jika komoditas sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sangat beragam. Namun, dari sekian banyak tanaman yang dibudidayakan terkadang tak urung membuat petani bimbang untuk menanam pinang vs karet. Sebab dua sumber daya alam tersebut sama-sama memiliki nilai jual yang lumayan.

http://www.bibitpinangunggul.com

Menjadi Petani Pinang vs Karet yang Sukses, Berikut Cara Pembudidayaannya
1. Persiapan Lahan
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum menanam pinang vs karet adalah dengan mempersiapkan lahan. Keduanya memiliki kesamaan yaitu harus ditanam pada lahan yang jauh dari hama, manusia, hewan dan pengganggu lainnya. Sebelum benar-benar digunakan pastikan lahan bersih dari ilalang, rerumputan, gulma dll.

Untuk lahan karet sebaiknya dibuatkan lubang-lubang dengan jarak tertentu atau dikenal dengan istilah pemancangan yang berukuran 40x40x40 cm. pembuatan lubang berkisar 14 hari sebelum menanam bibit. Sementara pinang, lahannya harus dibuatkan bedengan yang memanjang. Panjang bedengan disesuaikan saja dengan keadaan lahannya, jangan lupa untuk merapikan bedengan agar terlihat lebih apik.


2. Proses Pembibitan
Proses pembibitan yang terjadi antara pinang vs karet hampir mirip. Proses pertama untuk pinang yaitu memilih berapa jumlah bibit yang diperlukan, biasanya untuk lahan yang memiliki ukuran 1 hektar membutuhkan sekitar 1200 - 1500 bibit. Sementara untuk karet, bibit disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran lahan. Kedua, proses pemilihan bibit yang terjadi pada pinang dan karet.

Kedua tanaman tersebut, mengharuskan untuk memilih bibit yang berasal dari pohon induk yang berkualitas. Ciri-cirinya biasanya pohon tumbuh subur, memiliki daun yang lebat, dll. Ketiga yaitu perkecambahan yang dilakukan untuk bibit karet biasanya terlebih dahulu dilakukan penyemaian.

Caranya yaitu dengan merendam benih karet pada larutan POC NASA dengan takaran yang disesuaikan jumlah benih selama 3-6 jam. Setelah itu menanam benih dengan jarak 1-2 cm dan siram dengan teratur. Benih akan tumbuh menjadi kecambah dalam waktu 10-14 hari.  Sedangkan pinang juga harus dilakukan proses penyemaian agar bibit bisa tumbuh cambah. Namun jika ingin mendapatkan bibit unggul pinang yang tak mengecewakan Lentera Mantang - Bibit Pinang Unggul sudah menyediakan semuanya.

Hanya saja cara untuk menyemai pinang dilakukan dengan menanam bibit pada lahan tertentu dengan susunan horizontal agar daya tampung bisa lebih banyak. Tunggu selama 1,5-2 bulan lamanya untuk bibit tumbuh cambah. setelah proses penyambahan selesai bibit bisa langsung dipindahkan pada lahan yang telah disiapkan untuk ditanam.


3. Perawatan dan Pemeliharaan
Perawatan karet dilakukan dengan membuang tunas palsu dan cabang sebelum tunas tumbuh kayu. Tak hanya itu saja, percabangan pada tanaman membutuhkan perawatan seperti, pembentukan, prangsangan, pemotongan sisi- sisi tertentu dll. Sedangkan untuk pohon pinang diperlukannya teknik pemancangan dengan tali dengan catatan memperhatikan topografi, jarak tanam, keadaan lahan dll. Selain itu perlu juga membuatkan ajir dari bambu dan dilakukan strip clearing atau membersihkan kayu pada sepanjang jalur ajir.

Baca Juga : 
Tips Pemupukan pada Tanaman Pinang
Pinang atau Sawit, Mana yang Lebih Menguntungkan

4. Pemupukan
Pada pinang pemupukan dibagi menjadi dua yaitu umur satu tahun sampai tiga tahun dengan memakai dosis 25%-75%. Sedangkan untuk umur tiga tahun ke atas dosisnya mencapai 75%-150% dengan campuran urea, kalsium, nitrogen, dll. Sedangkan untuk karet sendiri dosisnya hampir sama dengan pinang, namun karet butuh pupuk sampai berumur 25 tahun dengan pupuk sp18 atau sp36. Pemupukan kedua tanaman tersebut dilakukan 2 kali tiap satu tahun.


5. Masa Panen
Masa panen antara pinang vs karet memiliki ketentuan yang berbeda. Karet baru bisa dilakukan pemanenan getah jika tanaman sudah berumur 5 tahun. Sedangkan buah pinang sendiri bisa dipanen jika pohon sudah berumur 3-4 tahun. Buah pinang bisa dipanen dalam keadaan kering ataupun basah tergantung kebutuhannya.

Nah, itulah beberapa penjelasan penting tentang perbedaan budidaya antara pinang vs karet. Meskipun memiliki perbedaan yang tak begitu signifikan akan tetapi pinang maupun karet tetap membutuhkan perhatian khusus agar dapat tumbuh subur dan sehat. Serta nantinya bisa menghasilkan panen yang memuaskan untuk para petani.

DAPATKAN BIBIT PINANG UNGGUL KUALITAS TERBAIK DENGAN HARGA TERJANGKAU !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana