Langsung ke konten utama

HAL PENTING YANG WAJIB ANDA KETAHUI SEBELUM MENANAM PINANG (PART 1)

Untuk anda yang baru tahu tentang pinang, ada baiknya kita mengetahui tentang asal usul tanaman pinang ini. Tanaman pinang atau bahasa latinnya Areca catechu hingga saat ini belum diketahui dengan pasti asal usulnya. Beberapa dugaan kuat mengatakan bahwa tanaman ini asli dari Asia Selatan. Penyebaran tanaman pinang ini meliputi Asia Selatan, Asia Tenggara, dan juga beberapa pulau di Laut Pasifik.

Di Indonesia Sendiri luas tanaman pinang di Indonesia kurang lebih 147.890 ha pada saat itu, tersebar hampir semua wilayah yang ada di Indonesia, seperti pulau Sumatera, Nusa Tenggara/Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku/Papua. Namun yang pemilik lahan pinang terbesar ada di pulau Sumatera. Dan penghasil bibit pinang betara Unggul berada di Jambi.

Peminat dari pinang sendiri sudah banyak terutama dari negara luar Indonesia. Karena sejak dulu pinang sudah dimanfaatkan di negara India, Sri Lanka, Maldives, Bangladesh, Myanmar, dan beberapa masyarakat di Kepulauan Asia Pasifik. Selain itu pinang juga populer di Thailand, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Laos, Filipina dan Cina. Dan Indonesia juga mengekspor Pinang ke negara yang kami sebutkan tadi.

Jenis Pinang yang sudah kita kenal ada dua jenis, yaitu

  1. Areca catechu varietas Alba yang juga disebut pinang putih dengan ciri – cirinya adalah buah yang berukuran besarr dan memiliki aroma seperti nasi yang baru di tanak pada saat dikunyah 
  2. Areca catechu varietas Nigra atau sering disebut pinang hitam dengan ciri – cirinya adalah buahnya berukuran lebih kecil dari varietas Alba. 


Balai penelitian tanaman pun telah mengkonservasi beberapa daerah yang ada di Indonesia, dan hasilnya terdapat aksesi pinang yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Papua.

Ciri - ciri Tanaman Pinang 

1. Batang

a) Jarak antar Nodus (ruas batang) jarang (kurang rapat), b) Jarak antar nodus lebih rapat
Pinang merupakan tanaman yang tumbuh secara individual (tanaman soliter), memiliki batang yang lurus dan mampu mencapai tinggi kurang lebih 20 – 30 meter. Lalu batangnya sendiri memiliki diameter kurang lebih antara 25 – 30 cm. Batang pinang memiliki ruas yang jelas dengan jarak antar ruas yaitu 15 – 20 cm, tergantung dari setiap varietas. Semakin rapat jarak antara ruas batang maka semakin baik.

2. Daun

 a). tangkai daun; b). helaian daun; c). pinak daun
Jumlah dari daun pinang pun bervariasi, yaitu antara 7 hingga 10 helai daun. Daun pinang berbentuk menyirip majemuk dengan panjang antara 1 – 1,5 m, dan memiliki anak daun (leaflet) yang berjumlah antara 30 – 50 pinak daun. 

3. Bunga


Tanaman pinang memiliki bunga berumah satu, bunga jantan dan bunga betina berada dalam satu rangkaian bunga (Inflorescence). Bunga betina berada di bagian dasar tangkai rangkaian bunga (spikelet), sedangkan bunga jantan memiliki ukuran yang lebih kecil, jumlahnya banyak dan menyebar meluas dari bagian luar hingga bagian ujung tangkai rangkaian bunga.

Bunga jantan dan bunga betina memiliki 6 petal, tetapi tidak memiliki tangkai bunga dan berwarna putih susu. Bunga betina memiliki ukuran panjang antara 1,3 sampai 2 cm dan lebih panjang dari bunga jantan, lalu memiliki 6 benang sari yang steril dan juga indung telur yang memiliki stigma berbentuk segitiga. Kemudian Bunga jantan juga memiliki 6 benang sari.

4. Buah 


Buah Pinang sering disebut buah batu (buah drupe) karena lapisan bagian dalamnya tebal dan keras seperti batu. Memiliki warna kuning sampai oranye pada saat sudah masak. Biji berbentuk lonjong, bulat atau elip, dengan bagian dasar biji rata. Embrionya terletak pada bagian dasar biji. Proses pembungaan biasanya dimulai saat tanaman berumur kurang lebih 4 – 6 tahun, dan mulai produksi buah saat berumur 7 – 8 tahun. Puncaknya sampai umur 10 – 15 tahun dan terus berlanjut hingga umur 40 tahun, kemudian menjadi steril sampai tanaman mati.

Itulah perkenalan tentang tanaman pinang, dan nanti akan ada part ke - 2 tentang tanaman pinang, dan hal - hal penting yang harus anda pahami tentang pinang.


Hal Penting Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Menanam Pinang Part 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana