Langsung ke konten utama

TIPS MENYEMAIKAN BIBIT PINANG UNGGUL

Petani Menyiapkan Penyemaian Bibit Pinang

Tips Menyemaikan Bibit Pinang Unggul - Dalam budidaya pinang, hal mendasar yang mesti dilakukan setiap petani adalah menyemaikan benih atau bibit pinang yang akan ditanam. Beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam penyemaian ini mulai dari pemilihan benih, penyiapan lahan penyemaian, perkecambahan, pembibitan, pemupukan untuk bibit dan sebagainya. Untuk lebih rincinya akan kami jabarkan sebagai berikut

1. Jumlah dan Karakteristik Benih yang Akan Digunakan

Untuk penyemaian biji, pinang merupakan tanaman yang memiliki daya tumbuh kecambah yang tinggi hingga 90-95 % dari total biji yang disemai. Namun untuk penyemaian, disarankan untuk cadangan benih sebanyak 25% agar ketika sudah pindah ke lahan, jika terjadi sesuatu terhadap pohon pinang yang masih muda bisa dilakukan penyulaman.

Dalam 1 hektar, dengan jarak penanaman 3m x 3m bisa dimuat hingga 1200 batang dengan jarak tanam dipinggirnya dibuat 2,75m x 2,75m. Jadi benih yang dibutuhkan untuk disemaikan bisa disiapkan 1500 biji untuk per hektarnya.

Adapun kriteria buah yang akan digunakan sebagai berikut :
- Pohon indukan tidak terserang hama atau penyakit
- Usia pohon yang dijadikan indukan sebaiknya diatas 12 tahun sampai 25 tahun
- Buah dan bijinya berukuran besar dan seragam. Karena dengan buah yang lebih besar cenderung berpotensi mengahsilkan keturunan dengan buah yang besar
- Dalam 1 Kg, terdiri dari 40 - 60 buah pinang segar
- Buah sudah matang maksimal, bisa ditandai dengan warna orange yang mencolok serta kulit serabut yang mulai lembut atau bonyok


2. Persiapan Lahan Penyemaian dan Perkecambahan
Hal hal yang perlu diperhatikan untuk lahan penyemaian :
- Untuk penanaman 1 hektar atau 1500 biji benih, dibutuhkan lokasi kurang kelbih 4 m2, 1 m2 bisa menampung hingga 400 biji
- Lokasi lahan penyemaian harus cukuo baik, subur dan jauh dari gangguan organisme pengganggu
- Lahan bersih dari rumput dan tanahnya dalam kondisi sudah digemburkan
- Dibuat bedengan selebar 1 meter, agar saluran drainasenya lancar


Untuk tahapan penyemaian dari biji, berikut kami jabarkan :
- Menyusun buah pinang dengan cara horizontal atau dibaringkan
- Posisi buah pinang mesti rapat dan tidak menumpuk
- Biji pinang ditutup dengan tanah yang berpasir
- Lokasi penyemaian sebaiknya terlindung dari matahari langsung dan diberi pagar
- Waktu yang dibutuhkan untuk proses penyemaian 1 hingga 2 bulan

Adapun cara lain yang lebih praktis, rekan rekan bisa menyemaikannya secara lansung di polybag.

3. Pembibitan
- Kecambah yang sudah tinggi kurang lebih 10 cm bisa dipindakan ke dalam polybag yang berukuran 15 cm x 20 cm
- Polybag diisi tanah hingga 3/4 tinggi polibag
- Posisi biji pinang tertutup tanah didalam polybag
- Penyiraman bisa dilakukan pagi dan sore
- Tempatkan polybag bibit yang sudah berisi kecambah dibawah naungan agar tidak terkena sinar matahari langsung
- Pemberian pupuk NPK maksimal 4gram per polybag
- Bersihkan gulma atau rumput liar disekitaran polybag pembibitan
- Pencegahan hama bisa menggunakan insektisida
- Pembibitan ini sampai bibit berusia 5 bulan di polybag

Bibit Pinang Berusia 4 Bulan

Baca Juga :

Mengenal Varietas Pinang Unggul Asli Indonesia, Pinang Betara
Tips Budidaya Pinang di Lahan Gambut

4. Penyeleksian Bibit
Sebelum dipindahkan ke lahan perkebunan, lakukan seleksi terhadap bibit untuk mendapatkan bibit yang terbaik dengan cara sebagai berikut :
- Bibit berusia minimal 6 bulan
- Tinggi bibit 30-40 cm
- Daun berwarna hijau - hijau tua, dengan jumlah 4 - 6 helai daun yang melengkung
- Diameter batang sebaiknya 7 mm dan terlihat lebih kekar
- Tidak terserang hama atau penyakit

Demikian tips penyemaian bibit unggul yang bisa kami sampaikan. Semoga info mengenai tips penyemaian bibit pinang unggul ini bermanfaat untuk rekan rekan yang akan berkebun pinang

Untuk konsultasi budidaya pinang lebih lanjut. Anda bisa menghubungi kami dengan cara

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana