Langsung ke konten utama

JENIS TANAH DAN IKLIM YANG COCOK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PINANG

Di artikel kami yang sebelumnya, kami sudah menjelaskan tentang pengetahuan dasar dari tanaman pinang. Untuk anda yang belum membacanya silahkan menuju link berikut ini.

Hal Penting yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Menanam Pinang (Part 1)
Hal Penting yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Menanam Pinang (Part 2)

Jika anda sudah membaca semuanya, anda bisa melanjutkan membaca artikel ini, semoga bisa membantu anda dalam mendapatkan pengetahuan yang baru tentang pertanian / perkebunan khususnya dalam budidaya tanaman pinang.

Kebun Pinang di Muara Sabak, Tanjab Timur

Proses menanam tanaman pinang tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu sulit. Jika anda mengetahui dasar – dasarnya atau tips menanam pinang, maka nanti akan mempermudah anda. Sebelum menanam alangkah baiknya anda mengetahui tanah dan iklim seperti apa yang cocok untuk tanaman pinang.

Tanah dan Iklim yang cocok untuk Tanaman Pinang 

Tanah untuk tanaman Pinang 

Yang jadi pertanyaan sebelum kita menanam adalah mengetahui kondisi tanah yang cocok bukan? Untuk tanaman pinang ini hampir semua jenis tanah bisa kita tanam tanaman pinang. Tapi untuk hasil yang lebih maksimal bisa kita pilih jenis tanah berliat (clay loam). Selain itu yang lebih penting lagi adalah bahwa tanah tersebut harus beraerai baik, solum tanah yang dalam dan tidak memiliki lapisan cadas.

Iklim untuk tanaman

Pinang Selain tanah, iklim juga salah satu yang harus kita perhatikan. Tanaman pinang adalah tanaman yang dapat tumbuh pada daerah – daerah sekitar 1 meter sampai dengan 1.400 meter di atas permukaan laut (Van Steenis, 2003). Selain itu menurut Purseglove (1975), tanaman pinang dapat tumbuh dengan subur pada iklim tropis dengan pengaruh dari kondisi laut dan tumbuh hingga ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

Perlu anda perhatikan, bahwa tanaman pinang ini membutuhkan kelembaban tanah yang cukup. Selain itu juga membutuhkan daerah yang memiliki curah hujan tinggi sepanjang tahun dengan kisaran 1500 sampai dengan 5000 mm dengan hari hujan yang berkisar antara 100 hingga 150 hari. Kemudian bulan basarh berkisar antara 3 sampai dengan 6 bulan pertahunnya, sedangkan bulan kering yang dapat di tolerir tanaman pinang adalah berkisar antara 4 sampai dengan 8 bulan pertahunnya.

Menurut Purseglove (1975) tanaman pinang ini sangatlah sensitif terhadap kekeringan, dan juga tidak sesuai dikembangkan di daerah – daerah dengan curah hujan kurang dari 1250 mm per tahunnya, sehingga di butuhkan adanya irigasi. Selain curah hujan, cahaya matahari juga sangatlah memiliki pengaruh yang besar dalam pertumbuhan tanaman pinang. Kebutuhan cahaya matahari yang cocok untuk pertumbuhan tanaman pinang ini adalah sekitar 6 sampai 8 jam per hari. Dan inilah apa saja pengaruh yang dihasilkan dari cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman pinang,

  1. Jarak antar ruas batang atau disebut juga nodus pinang lebih pendek (lebih rapat) dibanding tanaman yang terlindungi cahaya matahari 
  2. Pertumbuhan tanaman tidak cepat tinggi 
  3. Dari segi fisik tanaman pinang jadi jauh lebih kuat 
  4. Prosentase bunga betina menjadi buah lebih besar / lebih tinggi 

Jadi untuk anda yang ingin budidaya tanaman pinang, alangkah baiknya anda siapkan tempat yang mudah terkena matahari, dan disesuaikan dengan budget yang anda miliki. Karena untuk membudidayakan tanaman pinang ini tidak memerlukan biaya yang sangat besar, namun yang dihasilkan dari usaha budidaya pinang ini tidak kalah dengan budidaya tanaman lainnya. Bahkan banyak negara – negara yang membutuhkan pasokan pinang dalam jumlah besar. Anda mungkin bisa menjadi salah satunya penyedia pasokan tanaman pinang.

Di artikel selanjutnya kami akan membahas tentang tahapan - tahapan dalam budidaya pinang, jadi untuk anda yang ingin tahu tentang budidaya pinang, next artikel ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana