Langsung ke konten utama

ANALISA BUDIDAYA PINANG SECARA INTENSIF


Analisa Budidaya Pinang - Indonesia memiliki banyak sekali komoditas perkebunan potensial. Dari sekian banyak komoditas tersebut hanya beberapa yang dibudidayakan secara intensif serta didukung oleh pemerintah daerah setempat, seperti karet dan kelapa sawit. 

Saat ini dengan adanya isu mengenai kerusakan lingkungan yang diakibatkan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit yang masif, Uni Eropa mengeluarkan kebijakan menghentikan impor produk turunan dari kelapa sawit. Hal ini justru membuat ketar ketir petani kelapa sawit di negeri ini. Sebagian petani sawit mulai memilih untuk replanting kebunnya dengan komoditas potensial lainnya, salah satunya pinang.

Selama ini pinang hanya dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Kebanyakan dari kita hanya tahu pohon pinang digunakan sebagai media hiburan ketika tujuhbelasan. Pahadal, pinang mempunyai nilai ekomonis yang tinggi. Selain itu, menjadi primadona bagi petani di wilayah Jambi, Aceh, dan Kalimantan Barat.

Pasar dari komoditas pinang ini sebagian besar untuk diekspor, sehingga dibeberapa wilayah di Indonesia pinang dijadikan komoditas ekspor unggulan. Bicara mengenai potensi pinang, ada baiknya kami menjabarkan mengenai analisa budidaya pinang yang akhir - akhir ini digandrungi oleh petani sebagai salah satu alternatif komoditas perkebunan.


Sebelum kita membahas lebih mendetail mengenai analisa budidaya pinang, yang harus Anda ketahui mengenai budidaya pinang ini adalah, pinang merupakan tanaman yang murah perawatannya dan mudah pengolahan pasca panennya. Hal ini yang membuat budidaya pinang sebagai investasi yang menjanjikan di masa depan.

Baca Juga :
Diekspor, Petani Beralih Menanam Pinang
Prospek Budidaya Pinang di Indonesia kian Menjanjikan

Kelebihan lain dari tanaman pinang ini adalah, pinang hampir bisa tumbih disemua kondisi iklim di Indonesia. Sehingga budidaya pinang ini bisa dilakukan dimana saja, mulai dari daerah gambut di dataran rendah, hingga ke daerah yang beriklim dingin didataran tinggi.

Hebatnya lagi, masa investasi budidaya pinang ini hanya dalam waktu 5 tahun. Karena memasuki tahun ke-empat dari sejak penanaman (kami juga menyediakan bibit pinang unggul, silahkan klik disini untuk info lebih lanjut),  pinang mulai belajar berbuah. Hal ini bisa didapat jika pemeliharan kebun pinang dilakukan secara intensif.


Analisa Budidaya Pinang Secara Intensif



Bagi Anda yang ingin membudidayakan pinang, berikut analisa budidaya pinang yang bisa jadi referensi untuk sahabat petani Indonesia yang berdasarkan perhitungan dikebun yang sudah intensif budidaya pinang sebagai berikut :

  • Dengan luas kebun 1 hektar, pinang bisa ditanam hingga 1200 batang dengan jarak tanam 2,75 meter x 2,75 meter atau 3 meter x 3 meter. 
  • Sistem penanaman bisa menggunakan sistem tanam mata lima seperti halnya menanam sawit. Hal ini dilakukan agar penyinaran matahari lebih merata kesetiap pohon pinang. 
  • Kebun pinang yang mendapat perawatan dengan baik bisa menghasilkan 130 buah setiap tandannya, atau setara dengan 3-4 Kg buah pinang segar. 
  • Artinya 1 hektar bisa menghasilkan 3.600 Kg - 4.800 Kg per bulan.


  • Jika Anda ingin menjual buah pinang segar, saat ini harganya mencapai Rp 2.000 per Kg di daerah Jambi
  • Jadi, Rp 2.000 per Kg x 4.800 Kg/Ha buah pinang segar = Rp 9.600.000,-/Ha per bulan


  • Jika buah pinang dijemur kering, akan menghasilkan biji pinang kering (kernel) 1 Kg per pohon per bulan atau 1.200 Kg per hektar. 
  • Dengan harga jual pinang kering saat ini Rp 15.000 per Kg
  • Jadi, Rp 15.000,- x 1.200 Kg/Ha biji pinang kering  = Rp 18.000.000,-/Ha per bulan


Untuk harga biji pinang kering ini bisa naik turun, harga yang tercantum diatas merupakan perhitungan di bulan Maret 2019. Dengan penjabaran analisa budidaya pinang diatas, Anda bisa menghitung jika panen dilakukan setiap bulan, artinya dalam 1 tahun kebun pinang bisa menghasilkan sampai Rp 216.000.000,-/ per Ha. 

Bagaimana jika  Anda memiliki 3 hektar? Silahkan Anda hitung potensi budidaya pinang ini.

Sekian penjabaran Saya mengenai analisa budidaya pinang. Semoga petani Indonesia semakin berjaya dengan membaiknya harga komoditas pinang ini. Salam petani Indonesia.

Komentar

  1. Kira2 berapa lama waktu antara buahnpertama ke kedua,atau tandan pertama ke tandan kedua dst....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila