Langsung ke konten utama

PENYEMAIAN BIBIT PINANG AGAR LEBIH UNGGUL

Budidaya pinang bukanlah sesuatu yang baru meski di Indonesia masih cukup jarang. Padahal pada bagian buah dan biji tanaman tersebut memberikan banyak manfaat. Tak ayal kegiatan ekspor pinang sebagai bahan industri, farmasi, dan segala kebutuhan lain terus berjalan. Bagi Anda yang ingin menanam tanaman ini perlu memperhatikan beberapa hal. Terutama dalam hal penyemaian bibit pinang yang baik dan benar agar tercipta bibit yang unggul.


http://www.bibitpinangunggul.com/
Buah pinang betara yang akan disemaikan

Tahapan Penyemaian Bibit Pinang yang Baik Agar Bibit Lebih Unggul
1. Persiapkan lahan penyemaian
Sebelum memulai proses penyemaian bibit pinang, Anda perlu mempersiapkan lahan untuk penanaman terlebih dahulu. Dalam pemilihan lahan pun tak boleh sembarangan serta harus mempertimbangkan beragam kriteria dengan cermat. Proses penyemaian akan berjalan lancar jika lahan yang di pilih memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Bahkan usahakan Anda membuat bedengan terlebih dahulu agar tanah lebih gembur.  Bedengan juga membuat saluran air akan lebih lancar ketika penyiraman ataupun terjadi hujan.

Selain itu, Anda juga harus memastikan lahan penanaman bersih dari organisme lain yang bisa menghambat penyemaian. Bila beberapa syarat di atas sudah mampu di penuhi maka lahan sudah siap digunakan. Perhitungan penanaman dapat di ikuti bergantung dari jumlah biji pinang yang hendak Anda tanam. Misalnya Anda berniat menanam 1500 biji maka sebaiknya menyiapkan lokasi kurang lebih 4 m2.

2. Memilih benih berkualitas
Setelah sukses menyiapkan lahan untuk penyemaian, kini fokus Anda ialah memilih tipe benih yang berkualitas. Adapun beberapa hal perlu benar-benar diperhatikan agar kualitas benih atau buah yang akan ditanam berkualitas tinggi. Pemilihan buah tentu harus disesuaikan dengan kriteria pohon indukan yang di pilih. Misalnya pohon indukan berusia matang dengan rentan usia dari 12 tahun hingga 25 tahun.

Selain memperhatikan usia tanaman benih, penyemaian bibit pinang juga harus memperhatikan bahwa tanaman indukan tidak terkena penyakit ataupun hama. Hama atau penyakit di khawatirkan menjadikan buah yang di buat benih tidak lagi unggul. Ciri tanaman pinang tidak unggul antara lain biji dan buahnya berukuran kecil dan tidak seragam. Adapun Anda harus memilih yang besar dan seragam. Proses penyemaian juga harus dipastikan memilih benih pinang yang matang. Buah yang matang di tandai dengan warna orange yang mencolok.


Baca Juga : 
Tips Mudah Untuk Memilih Indukan Bibit Pinang Unggul
Hasil Panen Pinang Per Hektar


3. Tahap Penyemaian Biji
Kini lahan dan benih sudah di persiapkan dengan matang. Maka dari itu proses penyemaian bibit pinang berikutnya tentu melakukan penanaman pada lahan. Namun dibutuhkan teknik yang baik agar hasil penyemaian lebih berkualitas dan efektif. Di antaranya ialah menyusun buah secara horizontal atau dibaringkan. Letak buah pun di tanam secara rapat bersebelahan. Artinya tidak ada penanaman secara bertumpuk. Biji pinang itu sebaiknya ditutupi dengan tanah yang lembut berpasir.

Jika tahapan penyemaian demikian sudah terlaksana maka Anda harus bersabar kurang lebih selama 1 hingga 2 bulan sampai muncul perkecambahan. Selain itu, pastikan pula lokasi penyemaian tidak langsung terpapar sinar matahari. Letak sekitar ada baiknya pula diberi pagar sehingga tidak mudah di rusak hewan pengganggu. Sebetulnya penyemaian tidak harus menggunakan media lahan langsung sebab Anda juga dapat melakukannya di polybag.

4. Tahapan Pembibitan
Bila waktu tunggu telah selesai. Artinya penyemaian bibit pinang telah muncul fase kecambah maka segera pindahkan ke polybag. Namun syarat benih boleh di pindahkan yakni ketika tinggi kecambah sudah mencapai 10 cm. Penanaman pada media polybag pun tidak boleh asal serta pastikan di beri tanah yang subur. Penanaman dilakukan dengan cara memendam biji hingga tertutup tanah dalam polybag.

Ketika sudah dilakukan penanaman maka fase perawatan pun di mulai. Perawatan dilakukan mulai dari rajin menyiramnya pagi dan sore serta pemberian pupuk secara berkala. Pemberian insektisida pun disarankan agar tidak ada hama yang membelenggu. Apabila ada rumput liar yang tumbuh maka Anda harus segera membersihkan. Jangan lupa dalam menaruh polybag yang sudah di isi bibit juga harus diletakan di area yang tidak terpapar matahari langsung.

5. Penyeleksi Bibit
Proses pembibitan sudah dilakukan sehingga Anda hanya perlu menunggu bibit berusia minimal 6 bulan. Bibit dengan usia demikian sudah bisa di pindahkan ke media tanam lahan langsung. Meski begitu proses seleksi harus dilakukan agar hanya memilih mana yang benar-benar berkualitas. Ciri-ciri bibit yang lolos seleksi antara lain daun berwarna hijau tua atau hijau, tinggi bibit di antara 30-40 cm, batang terlihat kekar dengan diameter 7 mm serta tidak terserang hama.

Demikian penjelasan lengkap mengenai tahapan penyemaian bibit pinang. Setiap proses di atas membutuhkan ketekunan dalam menjalankannya. Lebih dari itu, Anda pun harus bersabar untuk menunggu proses tumbuh benih dan bibit. Jika Anda tidak mau repot dalam persemaian bisa membeli langsung bibit tanaman pinang. Beberapa penyedia seperti Lentera Mantang - Bibit Pinang Unggul siap melayani bibit pinang kualitas unggul siap tanam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila