Langsung ke konten utama

TIPS BUDIDAYA PINANG BETARA UNTUK MENDAPATKAN HASIL PANEN BERLIMPAH

Pinang, tumbuhan sejenis palma yang memiliki buah berkhasiat tinggi untuk kesehatan manusia. Dari masa ke masa buah ini sangat banyak yang berminat, tak hanya orang negara Indonesia saja yang terbukti memanfaatkannya, melainkan juga masyarakat negara lain. hal inilah yang menjadi salah satu faktor banyak petani beralih untuk budidaya pinang betara, mengingat jika harga buah ini sangatlah melonjak tajam.

https://www.bibitpinangunggul.com
Kebun pinang di Desa Bunga Tanjung, Betara


Tips Budidaya Pinang Betara Unggul yang Paling Mudah
Menanam buah pinang tak selalu bisa disamakan dengan tumbuhan lain. Ada beberapa bab yang memang membutuhkan perhatian khusus agar panen juga maksimal. Namun, terkadang ada beberapa orang yang masih belum tahu tentang apa saja yang perlu dilakukan untuk memulai budidaya pinang betara unggul. Oleh karena itulah, penjelasan singkat di bawah ini bisa menjadi solusinya.

1. Menyediakan lahan sebagai tempat tumbuhnya pinang
Pinang dapat tumbuh subur jika ditanam di kawasan lahan yang tepat. Karakteristik tempat yang sesuai dengan pohon ini biasanya memiliki ketinggian kisaran 1 - 600 mdpl dengan tingkat keasaman tanah sekitar 4–8 ph. Tak hanya itu saja, petani juga harus memastikan jika pinang akan bebas dari gangguan hama, gulma, semak belukar, dll. Jika lahan sudah bersih, petani tak bisa begitu saja membiarkan lahannya kosong dan langsung menanam pinang.

Akan tetapi harus juga membagi lahan menjadi beberapa bagian untuk penempatan pancang. Pada umumnya untuk lahan utama pancang dibuat dengan jarak sekitar 3 meter. Sementara untuk lahan kedua hanya kisaran 2,75 meter saja. Tata aturan penempatan pancang juga harus diperhatikan disini, tidak asal menempatkan begitu saja melainkan ada caranya sendiri. Petani harus meletakkan pancang dengan pola baris tentara atau persegi empat, itu semua tergantung ukuran tempat yang sudah disediakan. Kemudian baru membuat lubang untuk menanam pinang dengan ukuran 55 x 55 x 55 cm untuk lahan kedua, 35 x 35 x 35 cm untuk lahan utamanya.


2. Pembibitan pohon pinang dengan metode penuaian
Proses pembibitan inilah yang bisa dikatakan memakan waktu cukup lama. Bagaimana tidak, para petani diharuskan untuk mencari bibit unggul yang memang bisa diandalkan. Sebab jika bibit yang dipilih salah, maka hasil panen pun tidak akan didapatkan secara maksimal. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bibit pinang berkualitas, yakni dengan mencari pohon yang masuk kriteria atau membeli melalui Lentera Mantang – Bibit Pinang Unggul.

Kemudian baru dilanjutkan dengan menuai biji-bijian yang telah dipilih. Caranya mudah, petani hanya perlu menanamnya di lahan tertentu yang sudah disiapkan. Tanam bibit dengan kedalam ½ meter, dengan jarak yang rapat antar bibit. Lakukan penyiraman secara rutin dan usahakan biji terpapar sinar matahari secara langsung. Tunggulah sampai bibit berusia 1,5 - 2 bulan lalu pindahkan ke dalam polybag berukuran 14 x 20 cm. Selama di polybag bisa diberikan pupuk organik atau pupuk kandang. Kemudia bisa dipindah ke lahan ketika bibit berusia 5 bulan.


3. Proses tanam bibit pinang
Proses menanam bibit ke lahan utama merupakan tahap budidaya pinang betara yang selanjutnya. Usahakan sebelum memindahkan lakukan pemilihan ulang terhadap bibit-bibit yang berkualitas. Baru kemudian pindahkan bibit itu ke lahan yang telah di pasang pancang pada sebelumnya. Nah, jarak untuk menanam pinang ini juga tak boleh terlalu berdekatan agar nantinya pohon bisa terkena cahaya matahari dengan cukup. Ada baiknya juga jika petani menyiapkan bambu ajir di sekitaran pancang agar pertumbuhan pohon bisa lebih rapi dan teratur.

Jenis Pupuk Untuk Pinang Betara

4. Merawat pohon pinang agar sehat
Perawatan tak hanya dibutuhkan oleh manusia saja melainkan juga pohon pinang. Perawatan yang harus dilakukan cukup mudah, hanya perlu memberikan pupuk tiap beberapa periode sekali dan juga membersihkan gulma atau semak belukar yang ada di sekeliling tanaman ini hal tersebut sudah sangat mempengaruhi pertumbuhannya. Hanya saja untuk pemberian pupuk dosisnya harus menyesuaikan usia dari pohon pinang itu sendiri.


5. Masa panen
Tahapan terakhir untuk budidaya pinang betara adalah masa panen. Pohon pinang biasanya mulai menghasilkan buah jika usianya sudah memasuki 4 tahun. Namun di usia tersebut satu hektar paling banyak hanya menghasilkan kisaran 300 kg saja (buah pasir). Sampai nantinya jika sudah berbuah kedua kalinya hasil panen akan terus bertambah. Pada usia produktifnya, pinang bisa menghasilkan sampai 5000 Kg per hektar buah pinang segarnya (gelondong basah). Hal terpenting yang harus diperhatikan disini yakni pemupukan masih harus dilakukan setiap 2 kali dalam setahun agar pohon tetap bisa menghasilkan buah yang melimpah.

Proses Pengeringan Pinang Agar Tahan Lama

Penjelasan terkait cara budidaya pinang betara bisa langsung dipraktekkan. Yang harus diketahui juga bahwa buah pinang bisa dijual dalam keadaan basah ataupun kering. Hanya saja perbedaannya hanya terkait harga jual dengan waktu. Sebab, yang masih basah tentunya bisa langsung dijual tanpa menunggu untuk proses pengeringan.


DAPATKAN BIBIT PINANG BETARA BERKUALITAS !!!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PANEN PINANG DALAM 1 HEKTAR, PINANG KERING DAN PINANG BASAH

Analisa Panen Pinang - Pinang merupakan tanaman asli asal Indonesia. Dan pinang juga disebut tanaman yang memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Selain itu permintaan ekspor dari pinang ini tidak lah main – main. Ada beberapa Negara Tujuan Ekspor (NTE) pinang yang utama, yaitu India, Pakistan dan bangladesh. Selain itu ada juga permintaan dari negara sekitar NTE tersebut, seperti negara Thailand, Nepal, Srilanka, Myanmar yang memiliki permintaan tanaman pinang yang cukup tinggi. Budidaya Pinang Sendiri tidaklah terlalu sulit. Tanaman pinang dapat hidup di berbagai iklim yang ada di Indonesia. Dan pinang juga memiliki sifat dasar yang memang dapat tumbuh subur di wilayah tropis. Jika anda tertarik untuk memulainya, berikut ini adalah analisa panen pinang dalam 1 hektar. Analisa Panen Pinang dalam 1 Hektar (Pinang Basah) Beruntunglah untuk anda yang memiliki lahan seluas 1 hektar (ha), Karena dengan anda memiliki 1 hektar lahan, Anda dapat menanam bibit pinang sebanyak 1.2

CARA MENANAM PINANG

Cara Menaman Pinang - Tanaman pinang atau bahasa ilmiahnya Areca Catechu belakangan ini menjadi komoditas hasil bumi andalan dibeberapa daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi hingga Kalimantan Barat. Dengan nilai jual per kilogram yang lumayan tinggi dan permintaan yang besar dari negara - negara di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal), Asia Barat (Saudi Arabia, Uni Emirate Arab, Afganistan, Iran), Asia Tenggara (Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Cambodia). Budidaya tanaman pinang saat ini masih banyak sistem tradisional, belum secara intensif. Selama ini petani menanam pinang hanya sebagai tanaman pagar pembatas dipinggir kebun. Padahal, jika dikelola dengan intensif, perkebunan pinang bisa memberi hasil yang lebih dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Belakangan sudah mulai digalakkan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk penanaman pinang secara intensif. Berikut ini akan kami jabarkan Cara Menana

UMUR POHON PINANG BERBUAH DAN BAGAIMANA PROSES PANENNYA

Kebanyakan dari para petani yang baru-baru ini sedang mencoba budidaya pohon Pinang kesulitan dalam merawat dan menentukan kapan pohon Pinang ini tepat berbuah. Selain harus paham mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam berbudidaya pohon Pinang, anda juga harus tahu dan paham kapan pohon Pinang akan benar-benar berbuah. Hal ini sangat penting, supaya buah Pinang yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, dan anda bisa mengira-ngira apa saja yang perlu anda persiapkan dan perhatikan supaya pembuahan pada pohon Pinang bisa berjalan sesuai keinginan. Umur pohon pinang Umur Pohon Pinang berbuah sekitar4 tahun, dan setiap bulannya bisa menghasilkan buah Pinang sebanyak 4 kg per bulan per pohon. Pohon Pinang ini bisa terus berkembang biak hingga 25 - 30 tahun, asalkan ditanam, dan dirawat dengan cara yang baik. Untuk proses panen sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen buah masak dan panen buah muda. Proses Panen Pinang Panen Buah Masak  Panen cara ini bisa dila